Selasa, 29 Januari 2019

APA SIH YANG KITA PELAJARI DI FARMASI?


Hasil gambar untuk gambar praktek farmasi


1. Deskripsi


           Seperti yang sudah dijelaskan di atas, farmasi merupakan salah satu bidang professional kesehatan yang menjadi kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia yang memang memiliki tanggung jawab dalam memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat.

           Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti halnya meracik dan menyediakan obat, serta melakukan pelayanan farmasi modern yang memiliki hubungan dengan layanan terhadap pasien di antaranya pada layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan dalam penggunaan obat, hingga penyediaan informasi obat.

2. Ruang Lingkup Pembelajaran


          Seperti yang ada pada jurusan farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, beberapa contoh mata kuliahnya, seperti :
  • Filsafat Pancasila
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris I
  • Bahasa Inggris II
  • Biologi Dasar
  • Kimia Dasar
  • Farmasi Fisik
  • Biokimia
  • Farmakognosi
  • Fitokimia
  • Kimia Medisinal
  • Biofarmasetika
  • Teknologi dan Formulasi Sediaan Solid
  • Teknologi dan Formulasi Sediaan Liquid
  • Farmakokinetik
  • Farmakoekonomi
  • Standarisasi Obat Alam
  • Farmasi Klinik
  • Manajemen dan Marketing Farmasi
  • Analisis Halal Produk Farmasi
  • Kimia Bahan Aditif
  • Kosmetikologi
  • Produk Suplemen
  • Perilaku Sehat
  • Asuransi Kesehatan
  • Komunikasi dan Konseling Farmasi
  • lebih lanjut, kunjungi mata kuliah Farmasi


3. Kompetensi Lulusan

      Berikut ini beberapa kompetensi lulusan program studi Farmasi Universitas Indonesia :
  • Kompetensi Utama
    • Mampu melakukan pembuatan Sediaan Farmasi
    • Mampu melakukan Penjaminan Mutu Sediaan Farmasi
    • Mampu melakukan pelayanan kefarmasian yang professional di berbagai sarana pelayanan kesehatan
    • Mampu melakukan penelitian di bidang farmasi
  • Kompetensi Pendukung
    • Mampu berkomunikasi secara efektif/mampu menggunakan bahasa lisan dan tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan baik untuk kegiatan akademik maupun nonakademik
    • Mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif serta memiliki keingintahuan intelektual untuk memecahkan masalah di tingkat individual dan kelompok
    • Mampu mengidentifikasi ragam upaya wirausaha yang bercirikan inovasi dan kemandirian yang berlandaskan etika
    • Mampu menghargai orang lain dan mempunyai integritas
    • Mampu memanfaatkan teknologi informasi
    • Mampu mengolah dan menganalisis data riset
    • Mampu menyusun standar prosedur operasional
  • Kompetensi Pilihan
    • Mampu melaksanakan aspek etik dan legal
    • Mampu memiliki usaha mandiri
    • Mampu bekerja dalam teamwork


4. Gelar


           Gelar yang nantinya berhasil didapatkan oleh mahasiswa lulusan jurusan atau program studi Farmasi ini ialah Sarjana Farmasi, (S. Farm).

PROSPEK KERJA DUNIA KEFARMASIAN APA AJA SIH?

Seluk-Beluk Jurusan Farmasi

1. Farmasi Industri


Gambar terkait


                 Yang pertama, diawali dengan mengabdikan diri di dunia industri, seperti obat, makanan, minuman dan kosmetik. Biasanya akan ditempatkan di bagian research and development.
Research and development ini memiliki tugas dalam menentukan formula, teknik pembuatan hingga menentukan spesifikasi bahan baku yang nantinya akan dipergunakan. Pengembangan produk mulai dari skala laboratorium, hingga skala produksi.

                Ada begitu banyak perusahaan industri di Indonesia untuk bisa kalian masuki seperti di beberapa perusahaan makanan, perusahaan kosmetik, hingga di bidang obat-obatan. Bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan atau minat kamu.

2. Dunia Pendidikan


Hasil gambar untuk gambar guru

                 Bagi kamu yang memang sedang mencari prospek kerja farmasi di bidang pendidikan, bisa mengabdikan diri sebagai guru atau dosen di jurusan terkait. Untuk menjadi dosen biasanya kamu harus bisa lulus kuliah jenjang S2.

                 Melihat daya saing yang tinggi di setiap instansi, perusahaan yang kian banyak, maka perguruan tinggi swasta juga satu persatu berusaha untuk merintis perguruannya dalam menciptakan suatu bentuk persaingan yang lebih baru di ranah yang sama.

                 Tak menutup kemungkinan juga peluang sebagai tenaga pendidik di bidang farmasi juga sangat dibutuhkan. Contohnya bisa di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai dosen dalam bidang farmasi.

3. Lembaga Pemerintah


Gambar terkait

                 Badan Pengawas Obat dan Makanan atau yang biasa disingkat dengan BPOM menjadi salah satu lembaga resmi pemerintah dalam mengurus pelegalan obat dan juga makanan. Ini bisa menjadi prospek kerja bagi kamu yang minat dalam naungan pemerintah.

                 Apoteker yang bekerja di badan regulasi contohnya di Badan POM bertugas dalam melakukan suatu bentuk perumusan peraturan dan melakukan fungsi pengawasan terhadap obat, baik itu obat tradisional, kosmetik, hingga bahan makanan yang banyak beredar di masyarakat demi kepentingan dan kesehatan konsumen.

                 Ada juga prospek kerja di lembaga lain yang masih tetap berada di bawah naungan dari pemerintah, seperti di Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

4. Farmasi Manajemen


Hasil gambar untuk gambar PIMPINAN FARMASI
               
           Prospek kerja jurusan farmasi juga bisa dilihat dalam bidang manajemen. Manajamen di sini dimaksudkan pimpinan yang memiliki tanggung jawab atas setiap jalannya perusahaan dan organisasi.

              Bisa dikatakan jika seorang apoteker tak melulu bersentuhan dengan obat. Ada juga pelajaran secara lebih lanjut akan hubungan yang terjalin antara manusia itu sendiri, bagaimana dalam menciptakan hubungan yang baik antara rekan seprofesi atau di luar profesi, bahkan bersama dengan pasien.

             Seperti itu gambaran profesi farmasi manajemen dan masih banyak prospek kerja jurusan farmasi yang lain yang senada. Kamu juga bisa mengulik lebih dalam lagi dengan cara membaca buku atau jurnal yang memiliki kaitan atau hubungan dengan profesi farmasi manajemen.

5. Menjadi Seorang Pengusaha


Gambar terkait
               
              Seperti yang sudah diungkap di atas untuk membuka apotek, harus mengenyam pendidikan terlebih dahulu di bangku kuliah selama 4 tahun lamanya dan ditambah dengan 1 tahun untuk mengambil program profesi.

              Setelah itu mengucap Sumpah Apoteker dan kalian bisa memperoleh ijin praktik untuk membuka apotek. Nah di sini kalian bisa membuka apotek sendiri.

6. Peneliti Farmasi


Hasil gambar untuk gambar peneliti farmasi
             
         Tidak hanya bekerja di dalam bidang atau dunia pendidikan saja, lulusan farmasi juga bisa menjadi seorang peneliti farmasi.

             Bisa melakukan berbagai macam penelitian terhadap potensi tanaman obat yang masih melimpah di Indonesia. Penelitian ini sangat mendesak karena memang kondisi biodiversitas di Indonesia kian berkurang seiring dengan kerusakan alam dan hutan yang kian merajalela.

             Lulusan farmasi bisa bekerja di badan penelitian pemerintah seperti LIPI, namun mungkin peluang di lembaga seperti ini terbatas.

7. Bekerja di Sektor Swasta


Hasil gambar untuk gambar pegawai k24
         
               Begitu banyak perusahaan nasional yang membutuhkan lulusan farmasi, terutama yang memang bergerak di dalam industri obat-obatan contohnya Kalbe Farma, Kimia Farma, Mead Johnson, dan masih banyak lagi yang lain.

              Seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor 1, tidak hanya bekerja di industri obat-obatan saja, melainkan juga bisa bekerja di berbagai sektor swasta yang lain, dalam bidang makanan atau minuman, hingga merambah ke bidang kosmetik.

8. Rumah Sakit, Apotek dan Laboratorium Klinik


Gambar terkait

                   Bidang layanan kesehatan seperti halnya rumah sakit, apotik dan juga laboratorium klinik menjadi bidang utama yang bisa dimasuki oleh seorang lulusan farmasi.

                    Akan tetapi, untuk bekerja sebagai seorang apoteker yang professional di berbagai macam lembaga di atas, seorang lulusan farmasi harus mengambil terlebih dahulu pendidikan keprofesian apoteker selama 2 semester atau selama 1 tahun lamanya.

                    Dengan berbekal sertifikat profesi, maka seorang lulusan farmasi bisa disebut sebagai apoteker dan selanjutnya bisa mendirikan apotek secara mandiri. [2]

9. Farmasi Komunitas


Hasil gambar untuk gambar pegawai puskesmas
                 
                   Ada juga prospek kerja yang lain yakni menjadi apoteker, yang bertanggung jawab terhadap obat yang sudah tertulis di dalam resep.

                   Prospek kerja dari jurusan farmasi itu sendiri juga bisa dikerucutkan lagi bisa bekerja di apotek, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik, hingga bekerja di rumah sakit.

10. Bagian Administrasi Pelayanan Obat di Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri


Hasil gambar untuk gambar pegawai farmasi

                   Farmasi tak melulu bekerja di ranah obat-obatan, melainkan makanan dan minuman atau bahkan kosmetik yang sudah dijelaskan di atas. Semisal makanan instan yang banyak mengandung bahan kimi atau zat lain yang hanya diketahui oleh ahli di bidangnya.

SEJARAH FARMASI


                                                              KATA PENGANTAR


Asssalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu, pada kesempatan ini, kita akan ketahaui farmasi itu apa ? dan sejarah farmasi. dan kita sebagai farmasis akan mengatahui.

            Dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

   Latar Belakang

Obat merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Di era  ini setiap orang dapat dengan mudah memperoleh obat yang dibutuhkan dengan cara membeli di apotek-apotek terdekat. Bahkan obat juga dapat dengan mudah dibeli di warung-warung pinggir jalan.
Begitu mudahnya manusia memperoleh ramuan yang dapat membantu memulihkan kesehatan dalam waktu yang relative singkat. Tidak dapat dibayangkan dahulu untuk mencari obat tidaklah semudah seperti saat ini. Seseorang harus berkutat dengan berbagai macam ramuan yang diyakini dapat menyembuhkan suatu penyakit tanpa ada kejelasan tentang kandungan apa saja yang ada didalam ramuan tersebut.
Pada awalnya semua ilmu pengobatan berawal dari coba-coba. Apabila suatu ramuan berhasil menyembuhkan suatu penyakit, maka ramuan tersebjut akan digunakan seterusnya secara turun-temurun untuk menyembuhkan penyakit yang sama. Hal inilah yang mendasari lahirnya ilmu tentang pengobatan.
Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa banyak perubahan disegala aspek kehidupan. Tidak terkecuali ilmu pengobatan. Selama berabad-abad lamanya, setelah ditemukannya teknologi-teknologi yang dapat membantu manusia dalam melakukan berbagai penelitian, pengobatan pun turut mengalami kemajuan. Obat yang pada awalnya hanya diproduksi terbatas dan terkadang hanya terdapat di daerah tertentu kini dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi secara universal. Hal ini salah satunya merupakan dampak karena adanya kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu, penulis membuat makalah berjudul “Sejarah Farmasi” yang akan membahas sejarah dunia pengobatan atau sejarah dari farmasi serta perkembangannya hingga saat ini.

PEMBAHASAN
  I. AWAL MULA FARMASI



Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan distribusi obat.
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya “ilmu pengobatan” dimiliki oleh orang tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Di negara Cina, para tabib mendapatkan ilmunya dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran “ilmu farmasi” kuno di Cina.
Sedangkan  di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai tabib adalah pendeta. Dalam legenda kuno Yunani, Asclepius, Dewa Pengobatan menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat yang ia buat. Oleh mmasyarakat Yunani,Hygiea disebut sebagai apoteker (Inggris : apothecary). Sedangkan di Mesir, praktek farmasi dibagi dalam dua pekerjaan, yaitu : Yang mengunjungi orang sakit dan yang bekerja di kuil menyiapkan racikan obat.
 Buku tentang bahan obat-obatan pertama kali ditulis di Cina sekitar 2735 SMPara pengguna awal Cina dikenal pada materia medica adalah Shennong Bencao Jing (Herb-Akar Klasik Petani Divine), datang kembali ke abad 1. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan selama dinasti Han dan dikaitkan dengan mitosShennong . Literatur sebelumnya termasuk daftar resep untuk penyakit tertentu, dicontohkan oleh "Resep untuk 52 Penyakit" manuskrip, ditemukan di makamMawangdui, disegel di 168 SM.  
Dioscorides, De Materia Medica , Byzantium, abad ke-15
Kemudian sekitar tahun 400 SM berdirilah sekolah kedokteran di Yunani. Salah seorang muridnya adalah Hipocrates yang menempatkan profesi tabib pada tataran etik yang tinggi. Ilmu farmasi secara perlahan berkembang.

Dokter dan apoteker, ilustrasi dari Medicinarius (1505) oleh Hieronymus Brunschwig .
 Di dunia Arab pada abad VIII, ilmu farmasi yang dikembangkan oleh para ilmuawan Arab menyebar luas sampai ke Eropa. Pada masa ini sudah mulai dibedakan peran antara seorang herbalist dengan kedokteran terjadi pada tahun 1240 ketika Kaisar Frederick II dari Roma melakukan pemisahan tersebut. Maklumat yang dikeluarkan tentang pemisahan tersebut menyebutkan bahwa masing-masing ahli ilmu mempunyai keinsyafan, standar etik, pengetahuan, dan keterampilan sendiri-sendiri yang berbeda dengan ilmu lainnya. Dengan keluarnya maklumat kaisar ini, maka mulailah sejarah baru perkembangan ilmu farmasi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka lambang Ilmu Farmasi dan Kedokteran Berbeda. Ilmu Farmasi memakai lambang cawan dililit ular sedangkan kedokteran tongkat dililit ular.
            Perkembangan ilmu farmasi kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia. Mulai Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa Barat. Sekolah Tinggi Farmasi yang pertama didirikan di Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1821 (sekarang sekolah tersebut bernama Philadelphia College of Pharmacy and Science). Setelah itu, mulailah era baru ilmu farmasi dengan bermunculannya sekolah-sekolah tinggi dan fakultas-fakultas di universitas.
            Peran organisasi keprofesian atau keilmuwan juga ditentukan perkembangan ilmu farmasi. Sekarang ini banyak sekali organisasi ahli farmasi baik lingkup nasional maupun internasional. Di Inggris, organisasi profesi pertama kali didirikan pada tahun 1841 dengan nama “The Pharmaceutical Society of Great Britain”. Sedangkan, di Amerika Serikat menyusul 11 tahun kemudian dengan nama “American Pharmaceutical Association”. Organisasi internasionalnya akhirnya didirikan pada tahun 1910 dengan nama “Federation International Pharmaceutical”.
            Sejarah industri farmasi modern dimulai 1897 ketika Felix Hoffman menemukan cara menambahkan dua atom ekstra karbon dan lima atom ekstra karbon dan lima atom ekstra hidrogen ke adlam sari pati kulit kayu willow. Hasil penemuannya ini dikenal dengan nama Aspirin, yang akhirnya menyebabkan lahirnya perusahaan industri farmasi modern di dunia, yaitu Bayer. Selanjutnya, perkembangan (R & D) pasca Perang Dunia I. Kemudian, pada Perang Dunia II para pakar berusaha menemukan obat-obatan secara massal, seperti obat TBC, hormaon steroid, dan kontrasepsi serta antipsikotika.
            Sejak saat itulah, dunia farmasi  terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan di bidang lain, misalnya penggunaan bioteknologi. Sekolah-sekolah farmasi saat ini hampir dijumpai di seluruh dunia. Kiblat perkembangan ilmu, kalau boleh kita sebut, memang Amerika Serikat dan Jerman (karena di sanalah industri obat pertama berdiri).
            Perkembangan farmasi boleh dibilang dimulai ketika berdirinya pabrik kina di Bandung pada tahun 1896. Kemudian, terus berjalan sampai sekitar tahun 1950 di mana pemerintah mengimpor produk farmasi jadi ke Indoneisa. Perusahaan-perusahaan lokal pun bermunculan, tercatat ada Kimia Farma, Indofarma, Biofarma, dan lainnya. Di dunia pendidikan sendiri, sekolah tinggi atau fakultas farmasi juga dibuka di berbagai kota.

2.1 PERKEMBANGAN FARMASI

Melihat dunia kefarmasian dari sudut pandang sejarah mungkin termasuk sesuatu yang langka di Indonesia, tak terkecuali di kalangan para farmasis sendiri. Padahal,sejarah merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk merumuskan rencana masa depan yang lebih baik. Berikut ini perkembangan dunia farmasi mulai dari zaman pra sejarah.

1.               Zaman Prasejarah
        Farmasi telah ada sejak pemikiran manusia mulai berkembang meski dalam bentuk yang sangat sederhana. Manusia purba belajar dengan menggunakan insting dan observasi terhadap burung-burung dan hewan-hewan buas. Mereka juga memanfaatkan air dingin, daun, kotoran, dan lumpur. Dengan berbagai usaha yang bersifat coba-coba, manusia purba mempelajari berbagai hal untuk menolong sesamanya. Dalam waktu singkat, mereka dapat menggunakan pengetahuannya dan bermanfaat bagi orang lain. Meskipun menggunakan metode yang masih kasar, beberapa obat masa kini berasal dari sumber-sumber yang telah digunakan oleh nenek moyang kita tersebut.

2.               Farmasi pada Masa Babylonia Kuno




          Babylon, permata bagi Mesopotamia kuno, sering disebut juga sebagai tempat munculnya peradaban manusia, adalah yang pertama menemukan dan melaksanakan praktek peracikan obat. Para ahli penyembuh ketika itu (sekitar 2600 SM) melaksanakan tiga peran berbeda secara bersamaan sebagai agamawan, dokter, dan apoteker. Naskah-naskah medik ditulis di atas tablet tablet tanah liat yang berisikan gejala-gejala penyakit, resep dan cara peracikan obat, dan juga doa-doa. Orang-orang babylon telah berhasil menemukan hal-hal penting dalam upaya penyembuhan penyakit yang pada masa sekarang dikenal dengan farmasetik modern, ilmu kedokteran, serta kegiatan-kegiatan spiritual.
3.        
           Farmasi pada Masa Cina Kuno




Kefarmasian di Cina menurut legenda pertama kali dikembangkan oleh Shen Nung (sekitar 2000 SM). Seorang kepala suku yang telah mencari dan menginvestigasi khasiat obat dari ratusan herbal. Beliau diyakini mencobakan beberapa herbal tersebut terhadap dirinya sendiri, serta menulis Pen T-Sao pertama, tulisan tentang herbal-herbal asli yang berisikan 365 jenis obat-obatan. Sesuatu yang masih dipuja oleh orang cina asli penghasil obat sebagai wujud perlindungan Tuhan untuk mereka. Shen Nung secara menakjubkan menguji beberapa herbal, kulit kayu, dan akar yang diperoleh dari ladang, rawa-rawa, dan hutan yang masih dikenal dalam bidang kefarmasian hingga kini. Menggunakan background “Pa Kua”, suatu simbol matematis dari penciptaan dan kehidupan. Tanaman-tanaman obat yang ditemukan oleh Shen Nung antara lain podophyllum, rhubarb, ginseng, stramonium, kulit kayu cinnamon, dan jugaseperti yang berada di tangan bocah pada gambar, ma huang, atau disebut juga ephedra.

4.               Papyrus Ebers





           
Praktek pengobatan di Mesir telah berlangsung sejak tahun 2900 SM dan mereka juga diketahui memiliki catatan formula obat fenomenal, Papyrus Ebers, yang dibuat sejak 1500 SM. Papyrus Ebers tersebut memuat sekitar 800 formula dan 700 macam obat-obatan. Pusat farmasi di Negara Mesir kuno diselenggarakan oleh dua orang pejabat negara yang bertindak sebagai Ahli Farmasi di suatu ruangan yang disebut sebagai “Rumah Kehidupan”. Dengan seting kira-kira seperti gambar ini, Papyrus Ebers didiktekan oleh seorang ahli farmasi mengenai prosedur formulasi yang sedang dikerjakan.

5.        Bapak Botani: Theophrastus




           
Theoprastus (sekitar 300 SM) adalah sosok ilmuan Yunani kuno ternama yang dikenal sebagai filosof besar dan ahli dalam ilmu alam dan disebut-sebut sebagai Bapak Botani. Berbagai observasi dan pengamatan yang dilakukannya mengenai medis dan herba merupakan suatu pencerahan bagi pemahaman manusia. Beliau bertindak sebagai pengajar bagi sekumpulan siswa yang mempunyai minat yang sama dengannya. Di dalam gambar ini Beliau memperagakan tanaman Belladonna, dan di belakangnya terletak bunga pomegranate, senna, dan juga manuskrip-manuskrip perkamen. Siswa juga terlihat menggunakan papan gading yang dilapisi madu warna sebagai alat tulis.

           6.        Sang Toksikolog: Mithridates VI




Mithridates VI adalah seorang raja negeri Pontus (sekitar 100 SM) yang senantiasabertempurmelawan kekaisaran Romawi. Beliau adalah ilmuan toksikologi yang menemukan tidak hanya tentang berbagai jenis racun, namun juga bagaimana mencegah dan mengobati efek racun. Mithridates VI tanpa banyak pertimbangan menggunakan tubuhnya sendiri dan juga tubuh para tahanan sebagai "kelinci percobaan" dalam mengujicoba berbagai racun dan antiracun. tampak dalam gambar, di belakang Mithridates terletak rhizotomists, offering fresh, flowering aconite, ginger,dan gentian. Dan di kanan bawah gambar terletak dua buah wadah biang sampanye. formulayang diramu Mithridates yang paling terkenal adalah suatu panantidotal yang populer digunakan selama kurang lebih seribu tahun yang dikenal dengan Mithridatum.

7.    Terra Silgillata: Merek Obat Pertama




Orang-orang masa lampau telah mempelajari manfaat dari merek dagang yang merupakan identitas suatu barang yang digunakan untuk meraih konsumen. salah satu therapeutic agent yang memakai merek dagang adalah Terra Sigillata (cap Bumi), suatu tablet tanah liat yang berasal dari pulau Mediteranean di Lemnos sebelum tahun 500 SM. setiap tahunnya tanah liat digali di terowongan Lemnian dihadiri oleh pemerintah dan pendeta-pendeta. tanah liat dicuci, disuling, dan digulung dengan ketebalan tertentu, tanah liat itu dibentuk seperti pastilles dan diberi cap oleh para pendeta wanita, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Lalu tablet-tablet itu didistribusikan secara komersial.

7.    Dioscorides

 
 
Dengan adanya berbagai pencapaian dalam dunia ilmu pengetahuan serta perkembangan  yang memotivasi banyak orang melakukan observasi atau studi intensif oleh para saintis, penelitian menjadi kian penting bagi kebutuhan perdagangan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pedanios Dioscorides (abad pertama masehi), adalah saintis yang telah berkontribusi dalam bidang kefarmasian. Untuk mempelajari Materia Medica, Beliau melakukan kerjasama dengan tentara romawi di seluruh dunia. Dia mencatat hasil-hasil observasi, menyampaikan tentang cara yang baik dalam mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan obat-obatan. Berbagai uji coba yang telah dilakukannya terus digunakan sampai pada abad keenam.
8.               
            Galen
Galen adalah sosok dari masa lalu yang sampai sekarang masih sangat dihormati oleh profesi farmasi dan kedokteran. Galen (tahun 130-200 M)merupakan pakar praktisi dan pendidikan farmasi dan kedokteran di Roma. metode yang diterapkannya dalam menyiapkan dan meracik obat telah digunakan di dunia barat selama 1500 tahun, dan namanya sendiri telah diasosiasikan dengan metode peracikannya yang dikenal dengan galenika. Beliau adalah penemu dari formula krim dingin, yang secara esensial adalah sama dengan krim yang kita kenal sekarang. banyak prosedur-prosedur yang ditemukan Galen masih digunakan di laboratorium peracikan modern masa kini.

9.        Damian dan Cosmas

Identiknya dua professional kesehatan, farmasi dan kedokteran, digam-barkan secara menarik oleh pasangan kembar, Damian (Farmasis) dan Cosmas (Dokter). Pasangan tersebut merupakan keturunan arab yang beragama nasrani. Mereka memasukkan unsur religius dalam pengetahuan mereka untuk membantu pasien. Karir mereka berahir pada tahun 303 M secara martir dan selama berabad-abad makam mereka di Kota Syiria (Cyprus) dianggap suci. Mereka termasuk dari deretan saintis penting yang menyokong kefarmasian dan kedokteran.
           
          10.    Hipocrates
Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Seorang dokter yang mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang menyiapkan obat. Semakin lama masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick II memerintahkan pemisahan secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa akar ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama.
Dampak revolusi industri merambah dunia farmasi dengan timbulnya industri-industri obat, sehingga terpisahlah kegiatan farmasi di bidang industri obat dan di bidang “penyedia/peracik” obat (=apotek). Dalam hal ini keahlian kefarmasian jauh lebih dibutuhkan di sebuah industri farmasi dari pada apotek. Dapat dikatakan bahwa farmasi identik dengan teknologi pembuatan obat.
Pendidikan farmasi berkembang seiring dengan pola perkembangan teknologi agar mampu menghasilkan produk obat yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum pendidikan bidang farmasi disusun lebih ke arah teknologi pembuatan obat untuk menunjang keberhasilan para anak didiknya dalam melaksanakan tugas profesinya.
Dilihat dari sisi pendidikan Farmasi, di Indonesia mayoritas farmasi belum merupakan bidang tersendiri melainkan termasuk dalam bidang MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang merupakan kelompok ilmu murni (basic science) sehingga lulusan S1-nya pun bukandisebut Sarjana Farmasi melainkan Sarjana Sains.
Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (1997) dalam “informasi jabatan untuk standar kompetensi kerja” menyebutkan jabatan Ahli Teknik Kimia Farmasi, (yang tergolong sektor kesehatan) bagi jabatan yang berhubungan erat dengan obat-obatan, dengan persyaratan : pendidikan Sarjana Teknik Farmasi.
Buku Pharmaceutical handbook menyatakan bahwa farmasi merupakan bidang yang menyangkut semua aspek obat, meliputi : isolasi/sintesis, pembuatan, pengendalian, distribusi dan penggunaan.
Silverman dan Lee (1974) dalam bukunya, “Pills, Profits and Politics”, menyatakan bahwa :
1.  Pharmacist lah yang memegang peranan penting dalam membantu dokter menuliskan resep rasional. Membanu melihat bahwa obat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang benar, membuat pasien tahu mengenai “bagaimana,kapan,mengapa” penggunaan obat baik dengan atau tanpa resep dokter.
2.  Pharmacist lah yang sangat handal dan terlatih serta pakart dalam hal produk/produksi obat yang memiliki kesempatan yang paling besar untuk mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang obat, yang dapat melayani baik dokter maupun pasien, sebagai “penasehat” yang berpengalaman.
3. Pharmacist lah yang meupakan posisi kunci dalam mencegah penggunaan obat yang salah, penyalahgunaan obat dan penulisan resep yang irrasional. Sedangkan Herfindal dalam bukunya “Clinical Pharmacy and Therapeutics” (1992) menyatakan bahwa Pharmacist harus memberikan “Therapeutic Judgement” dari pada hanya sebagai sumber informasi obat.
Di Inggris, sejak tahun 1962, dimulai suatu era baru dalam pendidikan farmasi, karena pendidikan farmasi yang semula menjadi bagian dari MIPA, berubah menjadi suatu bidang yang berdiri sendiri secara utuh.rofesi farmasi berkembang ke arah “patient oriented”, memuculkan berkembangnya Ward Pharmacy (farmasi bangsal) atau Clinical Pharmacy (Farmasi klinik).
Di USA telah disadari sejak tahun 1963 bahwa masyarakat dan profesional lain memerlukan informasi obat tang seharusnya datang dari para apoteker. Temuan tahun 1975 mengungkapkan pernyataan para dokter bahwa apoteker merupakan informasi obat yang “parah”, tidak mampu memenuhi kebutuhan para dokter akan informasi obat Apoteker yang berkualits dinilai amat jarang/langka, bahkan dikatakan bahwa dibandingkan dengan apotekeer, medical representatif dari industri farmasi justru lebih merupakan sumber informasi obat bagi para dokter.
Perkembangan terakhir adalah timbulnya konsep “Pharmaceutical Care” yang membawa para praktisi maupun para “profesor” ke arah “wilayah” pasien.
Secara global terlihat perubahan arus positif farmasi menuju ke arah akarnya semula yaitu sebagai mitra dokter dalam pelayanan pada pasien. Apoteker diharapkan setidak-tidaknya mampu menjadi sumber informasi obat baik bagi masyarakat maupun profesi kesehatan lain baik di rumah sakit, di apotek atau dimanapun apoteker berada.

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2.1. Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya
Perkembangan farmasi diantaranya  Zaman PrasejarahFarmasi pada Masa Babylonia KunoFarmasi pada Masa Cina KunoPapyrus EbersBapak Botani: TheophrastusSang Toksikolog: Mithridates VITerra Silgillata: Merek Obat PertamaDioscoridesGalenDamian dan CosmasHipocrates, dan perkembangan terakhir adalah timbulnya konsep “Pharmaceutical Care”.